Acara Saung Rahayat 2017 : Explore Potensi Destinasi Desa Wisata di Wanayasa

0
815

Purwakarta – Rajawali News , Puncak acara Saung Rahayat 2017 Yang di gelar oleh community development dari Universitas Prasetiya Mulya minggu 26/02 yang digelar di alun-alun Kecamatan Wanayasa, mengundang perhatian masyarakat setempat.

Selain kreatifitas dari mahasiswa nya yang sukses menggerakan masyarakat agar peduli betapa berharganya budaya yang wajib di lestarikan juga meng-explore tempat-tempat wisata di wilayah tersebut. Memperlihatkan kepada halaya akan keindahan dan keragaman budaya kecamatan Wanayasa kabupaten Purwakarta.

Saung Rahayat 2017 merupakan acara puncak dari 44 hari kegiatan community tersebut dengan jumlah mahasiswa sebanyak 350 yang melaksanakan KKN (kuliah kerja nyata). Mahasiswa-mahasiswi secara berkelompok menjalankan program pengembangan dengan kapasitas untuk kesejahteraan masyarakat serta melakukan kunjungan rutin dan berkala untuk menjamin kemandirian masyarakat desa.

Dalam hal itu juga selain untuk melaksanakan tugas kuliah juga untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang wirausaha dan juga mengajarkan kepada generasi muda di wilayah tersebut.

Puncak acara saung rahayat 2017 dengan tema “bersyukur dalam kebersamaan” yang mengandung arti bahwa dalam setiap perkembangan dan keberhasilan satu pihak tidak terlepas dari pihak lain, baik dari dukungan semangat, material, pengetahuan, dan pengalaman untuk selalu bersama-sama berkembang menjadi lebih baik. Acara dimulai dengan arak-arakan teh emas Wanayasa yg di persembahkan dari sanggar seni motekart Wanayasa. di mulai dari kantor kecamatan Wanayasa di giring ke alun-alun.

Arak-arakan Teh Emas Wanayasa merupakan ciri khas kesenian dari Wanayasa. Yang diserahkan kepada masyarakat dan mengandung filosofi bahwa mahasiswa prasetiya mulya hanya sebagai mediator, bukan sebagai. Penentu kesusessan para. Masyarakat Wanayasa. “Teh Emas Wanayasa merupakan teh asli dari perkebunan yang berada di wilayah Wanayasa. Untuk melestarikan dan menjaga keaslian teh itu sendiri maka adalah kesenian yang di sebut Arak-arakan teh Emas Wanayasa”ujar Deni Asoy ketua sanggar seni motekart Wanayasa.

Selain kesenian sebagai simbolis budaya Wanayasa, acara Saung Rahayat 2017 ini di lengkapi dengan stand Bazaar UMKN dari tiap-tiap desa dengan menampilkan konten-konten yang menarik seperti Desa Wanayasa memperlihatkan Rivier Tubing dimana sebuah wisata alam dari desa Wanayasa seperti arum jeram dan yang berbaur adventure. Desa Wanasari menampilkan Agro Bisnis di stand bazar yang memperkenlkan hasil pangan dari wilayah desa Wanasari. Desa babakan memperlihatkan Camping ground, desa sumurugul memperlihatkan Bebegig sebagai simbol kekompakan dari Warga Desa Sumurunggul. Dan ada juga yang memperkenalkan alat musik Karinding dari desa Sukadami. Karinding merupakan alat musik tiup tradisonal sunda, pada jaman dulu digunakan petani untuk mengusir hama di Sawah.

Acara tersebut mendapat tanggapan dan respon yang positif dari tokoh publik, pemerintah setempat serta warga masyarakat. “Saya berharap agar setelah selesainya acara ini mendapat dampak yang positif bagi masyarakat dan masyarakat bisa memulai tidak selalu menunggu untuk belajar berwirausaha dan bisa berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari hasil usaha tersebut” kata Ibu Nina perwakilan dari APINDO (Asosiasi pengusaha Indonesia)

Kegiatan UMKM dari mahasiswa juga meng-explore tempat-tempat wisata yang ada di Wanayasa seperti situ Wanayasa, tempat wisata Ujung Aspal, wisata Curug Cipurut serta kuliner-kuliner khas Purwakarta. Acara ini dengan harapan agar pemerintah kabupaten Purwakarta agar manjadi kan Wanayasa sebagai desa wisata karena keunikan dan keragaman masyarakat nya membuat potensi destinasi wisata kedua Purwakarta. (Yudani/Ardi)

Leave a Reply